Berpikir
logis atau berpikir runtun didefinisikan sebagai: proses mencapai kesimpulan
menggunakan penalaran secara konsisten (Albrecht, 1984), berpikir sebab
akibat (Strydom, 2000), berpikir menurut pola tertentu atau aturan inferensi
logis atau prinsip-prisnsip logika untuk memperoleh kesimpulan (Suryasumantri,
1996, Minderovic, 2001, Sponias, 2011), dan berpikir yang meliputi induksi,
deduksi, analisis, dan sintesis (Ioveureyes, 2008).
Dari
pengertian diatas maka untuk mencapai kesimpulan terdapat kata sambung “karena”
yakni hubungan sebab dan akibat antara 2 kejadian, contoh : “Laki-laki itu
jatuh dari sepeda (akibat) karena seorang menghalangi jalannya”. Kata sambung
“karena” bukan hanya penghubung sebab dan akibat saja, tetapi merupakan
implikasi atau logika. Dalam arena aritmatik, anak-anak diminta oleh Piaget
untuk melengkapi kalimat berikut. “setengah dari 5 bukan 2 karena……”, kalimat
ini bisa dilengkapi dengan benar “setengah dari 5 bukan 2 karena 2 ditambah 2
adalah 4”. Untuk menjelaskan mengapa setengah dari 5 bukan 2, kita harus
mengambil jalan untuk sebuah definisi dan hubungan yang bukan hubungan sebab
antara dua peristiwa. Ini adalah hubungan logika termasuk ketika kita bicara,
“setengah dari 5 bukan 2 karena………” jika kita mendefinisikan secara
berubah-ubah 2 tambah 2 menjadi 4 maka setengah dari 4 adalah 2, dan setengah
dari 5 pasti sesuatu yang lebih dari 2 karena 4 dan 5 itu tidak sama.
Menurut Piaget, definisi secara
lengkap mengenai pemikiran logis adalah suatu yang tidak dapat diharapkan dari
anak-anak yang usianya di bawah 11 tahun sampai 12 tahun. Karena anak-anak
tidak akan mencapai tingkat hipotesis deduktif dari pemikiran logis yang
abstrak hingga anak berusia 12 tahun. Umumnya siswa yang berada di kelas VII
SMP sudah mencapai umur 12 tahun, dimana siswa sudah dapat berpikir logis dari
suatu kejadian atau persoalan. Dalam K.D 3.1 Membandingkan dan mengurutkan
berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan
pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. Diharapkan siswa dapat
berpikir logis dalam menyelesaikan soal-soal mengenai berbagai jenis bilangan
dan juga siswa dapat menarik sebuah kesimpulan dengan membandingkan dan
mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan
bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar