Sabtu, 29 April 2017

Kemampuan Berpikir Logis



Berpikir logis atau berpikir runtun didefinisikan sebagai: proses mencapai kesimpulan menggunakan penalaran secara konsisten (Albrecht, 1984),  berpikir sebab akibat (Strydom, 2000), berpikir menurut pola tertentu atau aturan inferensi logis atau prinsip-prisnsip logika untuk memperoleh kesimpulan (Suryasumantri, 1996, Minderovic, 2001, Sponias, 2011), dan berpikir yang meliputi induksi, deduksi, analisis, dan sintesis (Ioveureyes, 2008).
Dari pengertian diatas maka untuk mencapai kesimpulan terdapat kata sambung “karena” yakni hubungan sebab dan akibat antara 2 kejadian, contoh : “Laki-laki itu jatuh dari sepeda (akibat) karena seorang menghalangi jalannya”. Kata sambung “karena” bukan hanya penghubung sebab dan akibat saja, tetapi merupakan implikasi atau logika. Dalam arena aritmatik, anak-anak diminta oleh Piaget untuk melengkapi kalimat berikut. “setengah dari 5 bukan 2 karena……”, kalimat ini bisa dilengkapi dengan benar “setengah dari 5 bukan 2 karena 2 ditambah 2 adalah 4”. Untuk menjelaskan mengapa setengah dari 5 bukan 2, kita harus mengambil jalan untuk sebuah definisi dan hubungan yang bukan hubungan sebab antara dua peristiwa. Ini adalah hubungan logika termasuk ketika kita bicara, “setengah dari 5 bukan 2 karena………” jika kita mendefinisikan secara berubah-ubah 2 tambah 2 menjadi 4 maka setengah dari 4 adalah 2, dan setengah dari 5 pasti sesuatu yang lebih dari 2 karena 4 dan 5 itu tidak sama.
            Menurut Piaget, definisi secara lengkap mengenai pemikiran logis adalah suatu yang tidak dapat diharapkan dari anak-anak yang usianya di bawah 11 tahun sampai 12 tahun. Karena anak-anak tidak akan mencapai tingkat hipotesis deduktif dari pemikiran logis yang abstrak hingga anak berusia 12 tahun. Umumnya siswa yang berada di kelas VII SMP sudah mencapai umur 12 tahun, dimana siswa sudah dapat berpikir logis dari suatu kejadian atau persoalan. Dalam K.D 3.1 Membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. Diharapkan siswa dapat berpikir logis dalam menyelesaikan soal-soal mengenai berbagai jenis bilangan dan juga siswa dapat menarik sebuah kesimpulan dengan membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menentukan Volume Balok

Berikut merupakan video pembelajaran matematika yang saya buat, berisi materi tentang Volume Balok