Sabtu, 29 April 2017
Instrumen Penilaian
Berikut ini contoh Instrumen Penilaian Kognitif Materi Himpunan yang saya buat..
Program Tahunan
PROGRAM
TAHUNAN
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas :
X
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Semester I
|
Nomor
|
KOMPETENSI
DASAR
|
Alokasi
Waktu (Jam Pelajaran)
|
Keterangan
|
|
1.
|
Eksponen:
3.2 Memilih dan menerapkan aturan
eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan
diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.
4.2 Menyajikan masalah nyata
menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta
menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti
kebenarannya.
|
10 JP
|
|
|
2.
|
Persamaan dan Pertidaksamaan Linier:
3.3 Memahami dan menganalisis
konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta menerapkannya
dalam pemecahan masalah nyata.
4.3 Menerapkan konsep nilai
mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linier dalam memecahkan masalah
nyata.
|
10 JP
|
|
|
3.
|
Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan:
3.6 Memahami konsep sistem
persamaan linier dua dan tiga variable serta pertidaksamaan linier dua
variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam menentukan
himpunan penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran jawabannya dalam pemecahan
masalah matematika
4.4 Menggunakan SPLDV, SPLTV dan
sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) untuk menyajikan masalah
kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun tulisan
4.5 Membuat model matematika
berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta
menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya
4.6 Membuat model matematika
berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel yang melibatkan nilai
mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan
menganalisis model sekaligus jawabnya
|
20 JP
|
|
|
4.
|
Matriks:
3.4 Memahami konsep matriks sebagai representasi numeric
dalam kaitannya dengan konteks nyata.
3.5 Memahami operasi sederhana matriks serta menerapkannya
dalam pemecahan masalah
4.1 Menyajikan model matematika dari suatu masalah nyata
yang berkitan dengan matriks
|
10 JP
|
|
|
5.
|
Relasi dan Fungsi:
3.7 Memahami daerah asal, daerah kawan, dan daerah hasil
suatu relasi antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk
(grafik, himpunan pasangan terurut, atau ekspresi simbolik)
3.8 Mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk
yang merupakan fungsi.
|
10 JP
|
|
|
6.
|
Barisan dan deret:
3.1 Memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan
geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya.
4.12 Menyajikan hasil menemukan pola barisan dan deret dan penerapannya
dalam penyelesaian masalah sederhana
|
10 JP
|
|
|
|
Jumlah
|
70
JP
|
|
Semester II
|
Nomor
|
KOMPETENSI
DASAR
|
Alokasi
Waktu (Jam Pelajaran)
|
Keterangan
|
|
1.
|
Persamaan dan Fungsi Kuadrat:
3.9 Memahami berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah
menjadi persamaan kuadrat.
3.10 Memahami persamaan dan fungsi kuadrat, memilih strategi
dan menerapkan untuk menyelesaikan persamaan dan fungsi kuadrat serta
memeriksa kebenaran jawabannya
3.11 Memahami dan menganalisis aspek-aspek sederhana
argumentasi logis yang digunakan dalam matematika yang sudah
dipelajari, seperti penalaran induktif dan deduktif, hipotesis dan simpulan
dalam deduksi logis, dan contoh penyangkal.
3.12 Menganalisis fungsi dan persamaan kuadrat dalam
berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual.
3.13 Menganalisis grafik fungsi dari data terkait masalah
nyata dan menentukan model matematika berupa fungsi kuadrat.
4.7 Mengidentifikasi dan menerapkan konsep fungsi dan
persamaan kuadrat dalam menyelesaikan masalah nyata dan menjelaskannya secara
lisan dan tulisan.
4.8 Menyusun model matematika dari masalah yang berkaitan
dengan persamaan dan fungsi kuadrat dan menyelesaikan serta memeriksa
kebenaran jawabannya.
4.9 Menggambar dan membuat sketsa grafik fungsi kuadrat dari
masalah nyata berdasarkan data yang ditentukan dan menafsirkan
karakteristiknya.
4.10 Mengidentifikasi hubungan fungsional kuadratik dari
fenomena sehari-hari dan menafsirkan makna dari setiap variabel yang
digunakan.
4.11 Menganalisis aspek-aspek sederhana argumentasi logis
yang digunakan dalam matematika yang sudah dipelajari dan dalam kehidupan
sehari-hari.
|
20 JP
|
|
|
2.
|
Trigonometri:
3.15 Memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga
siku-siku melalui penyelidikan dan diskusi tentang hubungan perbandingan
sisi-sisi yang bersesuaian dalam beberapa segitiga siku-siku sebangun.
3.16 Menemukan sifat-sifat dan hubungan antar perbandingan
trigonometri dalam segitiga siku-siku.
3.17 Memahami dan menentukan hubungan perbandingan
Trigonometri dari sudut di setiap kuadran, memilih dan menerapkan dalam
penyelesaian masalah nyata dan matematika
3.18 Memahami konsep fungsi Trigonometri dan menganalisis
grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri dari
sudut-sudut istimewa
|
10 JP
|
|
|
3.
|
Geometri:
3.14 Memahami konsep jarak dan sudut antar titik, garis dan
bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya.
4.14 Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang
serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut
antara titik, garis dan bidang.
|
10 JP
|
|
|
4.
|
Limit Fungsi:
3.19 Memahami konsep limit fungsi aljabar dengan menggunakan
konteks nyata dan menerapkannya.
3.20 Merumuskan aturan dan sifat limit fungsi aljabar
melalui pengamatan contoh-contoh.
4.13 Memilih strategi yang efektif dan menyajikan model
matematika dalam memecahkan masalah nyata tentang limit fungsi aljabar.
|
10 JP
|
|
|
5.
|
Statistika:
3.20 Mendeskripsikan berbagai
penyajian data dalam
bentuk tabel atau
diagram/plot yang sesuai untuk mengomunikasikan
informasi dari suatu kumpulan
data melalui analisis perbandingan berbagai variasi
penyajian data.
3.21 Memahami berbagai penyajian data dalam bentuk tabel
atau diagram/plot yang sesuai untuk mengomunikasikan informasi dari suatu
kumpulan data melalui analisis perbandingan berbagai variasi penyajian data.
3.22 Menyajikan data nyata
dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi
yang ingin dikomunikasikan.
4.15 Menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau
diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin
dikomunikasikan.
|
10 JP
|
|
|
6.
|
Peluang:
3.23 Memahami konsep peluang suatu kejadian menggunakan
berbagai objek nyata dalam suatu percobaan menggunakan frekuensi relatif.
4.16 Menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk
menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi
relatif.
4.18 Menyajikan
hasil penerapan
konsep peluang untuk menjelaskan
berbagai objek nyata
melalui percobaan menggunakan
frekuensi relatif.
|
10 JP
|
|
|
|
Jumlah
|
70
|
|
Indralaya, ………………………
Mengetahui Rizky
Yuli Setiawati,
Kepala ………………………….
…………………………………. …………………………………… NIP
……………………... ………. NIP ………………………………...
KESESUAIAN MATERI PERMUKAAN LUAS PRISMA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA SMP KELAS VIII
Teori Perkembangan Kognitif,
Dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan,
yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat
merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi
konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan
diperolehnya schemata (skema tentang bagaimana seseorang
mempersepsi lingkungannya) dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat
seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental.
Dibawah ini terdapat makalah dan PPT yang membahas mengenai kesesuaian antara Perkembangan Kognitif Siswa SMP Kelas VIII dengan Materi Luas Permukaan Prisma
Kemampuan Berpikir Logis
Berpikir
logis atau berpikir runtun didefinisikan sebagai: proses mencapai kesimpulan
menggunakan penalaran secara konsisten (Albrecht, 1984), berpikir sebab
akibat (Strydom, 2000), berpikir menurut pola tertentu atau aturan inferensi
logis atau prinsip-prisnsip logika untuk memperoleh kesimpulan (Suryasumantri,
1996, Minderovic, 2001, Sponias, 2011), dan berpikir yang meliputi induksi,
deduksi, analisis, dan sintesis (Ioveureyes, 2008).
Dari
pengertian diatas maka untuk mencapai kesimpulan terdapat kata sambung “karena”
yakni hubungan sebab dan akibat antara 2 kejadian, contoh : “Laki-laki itu
jatuh dari sepeda (akibat) karena seorang menghalangi jalannya”. Kata sambung
“karena” bukan hanya penghubung sebab dan akibat saja, tetapi merupakan
implikasi atau logika. Dalam arena aritmatik, anak-anak diminta oleh Piaget
untuk melengkapi kalimat berikut. “setengah dari 5 bukan 2 karena……”, kalimat
ini bisa dilengkapi dengan benar “setengah dari 5 bukan 2 karena 2 ditambah 2
adalah 4”. Untuk menjelaskan mengapa setengah dari 5 bukan 2, kita harus
mengambil jalan untuk sebuah definisi dan hubungan yang bukan hubungan sebab
antara dua peristiwa. Ini adalah hubungan logika termasuk ketika kita bicara,
“setengah dari 5 bukan 2 karena………” jika kita mendefinisikan secara
berubah-ubah 2 tambah 2 menjadi 4 maka setengah dari 4 adalah 2, dan setengah
dari 5 pasti sesuatu yang lebih dari 2 karena 4 dan 5 itu tidak sama.
Menurut Piaget, definisi secara
lengkap mengenai pemikiran logis adalah suatu yang tidak dapat diharapkan dari
anak-anak yang usianya di bawah 11 tahun sampai 12 tahun. Karena anak-anak
tidak akan mencapai tingkat hipotesis deduktif dari pemikiran logis yang
abstrak hingga anak berusia 12 tahun. Umumnya siswa yang berada di kelas VII
SMP sudah mencapai umur 12 tahun, dimana siswa sudah dapat berpikir logis dari
suatu kejadian atau persoalan. Dalam K.D 3.1 Membandingkan dan mengurutkan
berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan
pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. Diharapkan siswa dapat
berpikir logis dalam menyelesaikan soal-soal mengenai berbagai jenis bilangan
dan juga siswa dapat menarik sebuah kesimpulan dengan membandingkan dan
mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan
bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan
pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.
1. Tujuan dan Fungsi
RPP
Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk :
(1) Mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar;
(2) Dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.
Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk :
(1) Mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar;
(2) Dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.
2. Unsur-unsur yang
Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan RPP
Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam penyususnan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah :
a. Mengacu pada kompetensi dan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa, serta materi dan submateri pembelajaran, pengalaman belajar yang telah dikembangkan didalam silabus;
b. Menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan materi yang memberikan kecakapan hidup (life skill) sesuai dengan permasalahan dan lingkungan sehari-hari;
c. Menggunakan metode dan media yang sesuai, yang mendekatkan siswa dengan pengalaman langsung;
d. Penilaian dengan system pengujian menyeluruh dan berkelanjutan didasarkan pada system pengujian yang dikembangkan selaras dengan pengembangan silabus.
Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam penyususnan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah :
a. Mengacu pada kompetensi dan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa, serta materi dan submateri pembelajaran, pengalaman belajar yang telah dikembangkan didalam silabus;
b. Menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan materi yang memberikan kecakapan hidup (life skill) sesuai dengan permasalahan dan lingkungan sehari-hari;
c. Menggunakan metode dan media yang sesuai, yang mendekatkan siswa dengan pengalaman langsung;
d. Penilaian dengan system pengujian menyeluruh dan berkelanjutan didasarkan pada system pengujian yang dikembangkan selaras dengan pengembangan silabus.
3. Komponen-komponen
RPP
Komponen-komponen
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menurut permendiknas Nomor 41 tahun 2007
tentang standar proses terdiri dari :
- Identitas mata
pelajaran
- Standar kompetensi
- Kompetensi dasar
- Indikator
pencapaian kompetensi
- Tujuan
pembelajaran
- Materi ajar
- Alokasi waktu
- Metode
pembelajaran
- Kegiatan
pembelajaran
Berikut ini contoh RPP Matematika
Langganan:
Postingan (Atom)
Menentukan Volume Balok
Berikut merupakan video pembelajaran matematika yang saya buat, berisi materi tentang Volume Balok
-
Hai sobat, gimana nih kabar kalian ? Semoga baik-baik aja ya .. . Oh ya, untuk postingan kali ini saya akan membahas mengenai penerap...
-
Domino Matematika Pecahan Secara umum media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar . Segala sesuatu yang dapat diper...
-
Berikut ini contoh Instrumen Penilaian Kognitif Materi Himpunan yang saya buat..